Minggu, 27 Januari 2013

Program Bahasa Assembly



Bahasa Assembly menggantikan kode-kode biner dari bahasa mesin dengan mnemonic yang mudah diingat sehingga dapat memudahkan dalam penulisan program.
Program bahasa assembly adalah sebuah program yang terdiri atas label-label, mnemonic dan lain sebagainya. Bahasa assembly sering juga disebut kode sumber atau source code, program ini tidak dapat dijalankan oleh prosessor tetapi harus diterjemahkan terlebih dahulu kedalam program bahasa mesin.
Program bahasa mesin adalah sebuah program yang mengandung kode-kode biner yang merupakan intruksi yang bisa dipahami oleh prosesor. Program bahasa mesin sering disebut sebagai kode objek, yang dapat dijalankan atau dikerjakan oleh prosesor.
Program sumber assembly merupakan program yang ditulis oleh pembuat program berupa kumpulan baris-baris perintah. Program ini ditulis menggunakan perangkat lunak teks editor seperti Notepad pada Windows atau Editor DOS. Baris-baris program yang mengandung intruksi mesin atau pengarah assembler harus mengikuti aturan program assembler ASM51. Masing-masing baris atas beberapa bagian atau field yang dipisahkan dengan spasi atau tabulasi.
Bentuk program sumber assembly dapat dilihat pada gambar 2.6, yang terdiri dari bagian label, bagian mnemonic, bagian operand, dan terakhir bagian komentar.

Gambar 2.6  Bentuk Program Sumber Assembly
Gambar 2.6
Bentuk Program Sumber Assembly

Label, Sebuah label mewakili suatu alamat dari intruksi yang bersangkutan. Label ini digunakan sebagai operand pada intruksi pencabangan sepert JUMP
 
Dengan demikian label selalu mewakili nomor memori program dan harus ditulis dibagian awal baris intruksi.
Untuk membuat sebuah label, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, dimana persyaratan ini adalah, sebagai berikut :
  • Harus diawali dengan huruf
  • Tidak diperbolehkan adanya label yang sama dalam satu program assembly
  • Maksimal 16 karakter
  • Dan tidak diperbolehkan adanya karakter spasi dalam label
Label juga dikenal sebagai symbol, yaitu satu nilai tertentu diwakili oleh satu nama, dan nilai tersebut bisa berupa apa saja tidak harus sebuah nomor memori program. Cara penulisan simbol dan label adalah sama, harus diawali dengan sebuah huruf dari baris intruksi.
Mnemonic, atau bisa juga disebut kode operasi (Opcode) adalah kode-kode yang akan dikerjakan oleh program assembler yang ada pada komputer ataupun mikrokontroler. Kode operasi yang dikerjakan oleh mikrokontroler merupakan perintah atau intruksi, seperti ADD, MOV, DJNZ dan lain-lain. Sedangkan mnemonic yang digunakan untuk mengatur kerja dari program assembler, seperti ORG, EQU, DB, kode operasi yang dikerjakan oleh program assembler yang ada pada komputer ini dinamakan sebagai Assembler Directive.
Operand, ditulis setelah bagian mnemonic yang merupakan pelengkap dari mnemonic. Operand bisa berupa alamat atau data yang digunakan intruksi yang berkaitan. Tergantung pada jenis intruksinya, operand bisa juga berupa label yang mewakili alamat suatu data atau bisa berupa simbol yang mewakili suatu data konstanta. Jumlah operand yang dibutuhkan oleh sebuah mnemonic tidak selalu sama, sebuah mnemonic dapat memiliki tiga, dua, satu atau bahkan tidak memiliki operand seperti RET.
Komentar, bagian yang tidak mutlak ada dalam sebuah program melainkan seringkali dibutuhkan untuk menjelaskan proses-proses kerja ataupun catatan-catatan tertentu pada bagian-bagian program. Penggunaan komentar biasanya diawali dengan tanda “ ; “ (titik koma). Sebuah komentar tidak hanya digunakan untuk menjelaskan satu baris perintah saja, namun dapat juga digunakan untuk menjelaskan kinerja dari beberapa baris perintah atau memberikan catatan-catatan tertentu. 
 
Setelah program sumber ditulis menggunakan editor teks tersebut, kemudian program sumber ini diterjemahkan ke bahasa mesin dengan menggunakan program Assembler.
Program Assembler merupakan perangkat lunak yang dibutuhkan untuk melakukan proses assembly yang mengubah program sumber assembly menjadi program objek dan assembly listing.
Program Objek adalah hasil utama dari sebuah proses assembly berupa kode-kode mesin yang hanya dikenal oleh mikroprosesor. Program ini merupakan objek yang harus diisikan ke memori dari sistem mikrokontroler setelah proses assembly dilakukan. Pengisian program objek pada mikrokontroler biasanya ke dalam UV PEROM (Ultraviolet Erasable Programmable Read Only Memory), sedangkan untuk mikrokontroler buatan Atmel, program objek ini diisikan ke dalam Flash PEROM yang terdapat di dalam chip AT89C51 atau jenis AT89C2051 lainnya. 
 
Assembly Listing merupakan hasil dari proses assembly dalam rupa campuran dari program objek, program sumber assembly dan alamat memori program. Assembly Listing tersimpan dalam file dengan ektensi LST, yang berguna sebagai sarana untuk menelusuri program yang ditulis.
Dalam mikroprosesor memiliki perbedaan, yang harus diperhatikan adalah setiap prosesor mempunyai kontruksi dan intruksi-intruksi untuk mengendalikan masing-masing prosesor yang berbeda, dengan demikian bahasa Assembly untuk masing-masing prosesor juga berbeda, hanya pola dasar cara penulisan program assembly saja yang sama.
Bentuk proses Assembly dapat dilihat pada gambar 2.7 dibawah ini.
Gambar 2.7  Bentuk Kerja Proses Assembly
Gambar 2.7
Bentuk Kerja Proses Assembly



Sumber :   http://www.teknik-elektro.org/2012/05/program-bahasa-assembly.html

0 komentar:

Posting Komentar