Senin, 04 Februari 2013

Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik adalah sebuah perangkat yang dapat menghasilkan/ memproduksi tenaga listrik dari berbagai sumber seperti uap di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), air di Pembangkit ListrikTenaga Air (PLTA), dan nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Generator adalah perangkat utama dari sebuah pembangkit listrik yang mengubah putaran (energi mekanik) menjadi energi listrik melalui induksi medan magnet yang dihasilkan. Putaran generator ini digerakan oleh berbagai sumber. Di PLTA generator digerakan oleh air, di PLTU digerakan oleh uap, dan di PLTN digerakan oleh reaktor panas tenaga nuklir. Demikian juga dengan pembangkit listrik tenaga angin, angin menggerakan generator untuk berputar dan menghasilkan energi listrik. (Sumber : Wikipedia)

Macam-macam Pembangkit Listrik

  1. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
    Photo credit :Wikipedia
    PLTN adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas sebuah reaktor nuklir untuk menggerakkan generator turbin uap. Pada PLTN panas yang akan digunakan untuk menghasilkan uap, dihasilkan dari reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam reaktor nuklir.

    Sebagai pemindah panas biasa digunakan air yang disalurkan secara terus menerus selama PLTN beroperasi. Proses pembangkit yang menggunakan bahan bakar uranium ini tidak melepaskan partikel sperti C02, S02, atau Nox, juga tidak mengeluarkan asap atau debu yang mengandung logam berat yang dilepas ke lingkungan.

    Oleh karena itu PLTN merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Limbah radioaktif yang dihasilkan dari pengoperasian LTN, adalah berupa elemen bakar bekas dalam bentuk padat. Elemen bakar bekas ini untuk sementara bias disimpan di lokasi PLTN, sebelum dilakukan penyimpanan secara lestari. (Majalah Pengetahuan Teknologi Populer MEDIA KITA-BATAN via SuperTechno)

  2. Pembangkit Listrik Tenaga Bahan Bakar Fosil
    Pembangkit Listrik Tenaga Batubara
    Photo credit : Wikipedia

    PLTB adalah pembangkit listrik yang membakar bahan bakar fosil seperti batubara, gas alam, atau minyak bumi untuk memproduksi listrik. Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil didesain untuk produksi listrik skala besar yang berlangsung terus menerus.

    Pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil selalu memiliki mesin rotasi yang mengubah panas dari pembakaran menjadi energi mekanik yang lalu mengoperasikan generator listrik. Penggerak utamanya mungkin adalah uap, gas bertekanan tinggi, atau mesin siklus dari mesin pembakaran dalam. (Wikipedia)

  3. PLTPB (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)
    Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
    Photo credit: Wikipedia

    Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi pada prinsipnya sama seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), hanya pada PLTU uap dibuat di permukaan menggunakan boiler, sedangkan pada PLTP uap berasal dari reservoir panas bumi.

    Apabila fluida di kepala sumur berupa fasa uap, maka uap tersebut dapat dialirkan langsung ke turbin, dan kemudian turbin akan mengubah energi panas bumi menjadi energi gerak yang akan memutar generatorsehingga dihasilkan energi listrik. (Ezhkel Energy)

  4. Pembangkit Listrik Tenaga Angin
    Pembangkit Listrik Tenaga Angin
    Photo credit: Got Powered

    Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.(Green and Clean Energy for Indonesia)

  5. PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)
    Pembangkit Listrik Tenaga Matahari
    Listrik dihasilkan dari solar panel (solar cell) sebagai komponen penting pembangkit listrik tenaga surya yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Umumnya kita menghitung maksimun sinar matahari yang diubah menjadi tenaga listrik sepanjang hari adalah 5 jam. Tenaga listrik pada pagi - sore disimpan dalam baterai, sehingga listrik dapat digunakan pada malam hari, dimana tanpa sinar matahari.

    Solar panel mengkonversikan tenaga matahari menjadi listrik. Sel silikon (disebut juga solar cells) yang disinari matahari/ surya, membuat photon yang menghasilkan arus listrik. Sebuah solar cells menghasilkan kurang lebih tegangan 0.5 Volt. Jadi sebuah panel surya 12 Volt terdiri dari kurang lebih 36 sel (untuk menghasilkan 17 Volt tegangan maksimun).

    Sumber : www.linksukses.com/2011/12/pembangkit-listrik.html

Dioda Pengaman Polaritas

Selain sebagai penyearah, Dioda dapat digunanan sebagai pengaman polaritas untuk mencegah terbaliknya sumber tegangan positif dan negatif. Sampai saat ini masih banyak peralatan elektronika yang belum dilengkapi pengaman polaritas karena mungkin diperkirakan akan aman sesuai dengan power supply (adaftor) bawaan pabrik pembuatnya dimana si  pemakai tidak mungkin terbalik memasang adaftor tersebut.

Kesalahan terjadi biasanya diakibatkan karena pengguna tidak menggunakan regulator standar yang diizinkan atau sesuai dengan spesifikasi sebuah peralatan elektronika. Di antara pengguna ada yang sengaja membuat power supply sendiri untuk mengganti power supply bawaan pabrik yang telah rusak. Kesalahan terjadi diakibatkan terbaliknya pemasangan jack (conector) pada output adaftor rakitan sendiri. Untuk mencegah kerusakan karena terbaliknya polaritas negatif dan positif, Dioda dapat menjadi salah satu solusi terbaik.

Perhatikan gambar di bawah!
Anggap saja LED (Light Emiting Diode) adalah peralatan elektronika. Gambar sebelah kiri adalah kondisi sebelum saklar ditekan sehingga LED tidak menyala. Gambar sebelah kanan menjelaskan bahwa LED akan menyala ketika saklar ditekan karena ada arus listrik yang mengalir.


Dioda Pengaman-1
Gambar 1 Polaritas Normal

Jika kondisi sumber tegangan terbalik, maka LED tidak akan menyala. Pada beberapa kasus, jika tidak dipasang Resistor (R3 atau R4) maka LED ini akan rusak karena mendapat sumber tegangan terbalik. Hal seperti ini tentu harus dicegah.

Dioda Pengaman-2
Gambar 2 Polaritas terbalik

Untuk mengamankan kerusakan pada LED (asumsi sebuah peralatan elektronika), dapat dipasang sebuah Dioda yang dirangkai seri dengan sumber tegangan, tetapi Dioda tersebut harus dipasang Forward yaitu Anoda mendapat polaritas positif dan Katoda mendapat polaritas negatif. Dengan demikian jika suatu saat tidak sengaja atau lupa memasang polaritas terbalik, maka LED akan tetap aman meskipun tidak menyala.

Dioda Pengaman-3
Gambar 3 Rangkaian sudah di pasang Dioda pengaman polaritas

Gambar 4 hampir sama, hanya saja Dioda dipasang seri setelah LED.

Dioda Pengaman-4
Gambar 4 Rangkaian sudah di pasang Dioda pengaman polaritas

Gambar 5 dan Gambar 6 adalah jenis pengaman polaritas lain yang disusun oleh empat buah Dioda atau dikenal dengan istilah Dioda Bridge. Cara ini lebih baik dari sebelumnya, karena apapun kondisi polaritas yang diberikan maka LED akan tetap menyala. Degan kata lain, jika polaritas sumber tegangan lsitrik tebalik maka LED atau peralatan elektronika tidak akan rusak dan tetap akan bekerja normal.

Dioda Pengaman-5
Gambar 5 Dioda Bridge sebagai pengaman polaritas

Dioda Pengaman-6
Gambar 6 Dioda Bridge sebagai pengaman polaritas

Catatan:
  1. Pengaman yang dimaksud hanya berlaku untuk tegangan searah (DC), bukan untuk pengaman tegangan bolak balik (AC).
  2. Posisi Dioda harus forward, karena jika terbalik (reverse) maka LED atau peralatan elektronika tidak akan bekerja meskipun aman dari kerusakan.
  3. Drop tegangan Dioda sebesar 0,6 - 0,7 Volt. Jika menggunakan satu Dioda pengaman maka akan terjadi penurunan tegangan sebesar 0,7 Volt, dan jika menggunakan empat Dioda (Dioda Bridge) maka akan terjadi penurunan tegangan sebesar 1,4 Volt. Jadi jika sumber tegangan adalah 12 Volt, output akan berkurang sebesar drop tegangan tersebut.

    Sumber : http://www.linksukses.com/2012/06/dioda-pengaman-polaritas.html

Cara Menghitung Resistor Paralel

Untuk mengetahui resistansi total dari resistor yang dipasang paralel dapat menggunakan perhitungan di bawah:
1/RTotal = 1/R1 + 1/R2 +  1/ R3 ... + 1/Rn
RTotal    = 1/(1/R1 + 1/ R2 + 1/R3 ... + 1/Rn)
  1. Apabila resistor yang dipasang paralel mempunyai nilai yang sama maka untuk menghitung RTotal adalah dengan cara membagi nilai dengan jumlah reistor.

    Contoh #1
    Dua buah resitor dengan nilai yang sama dipasang paralel R1=10Ω dan R2=10Ω, maka
    RTotal = 10/2 (karena ada 2 resistor)
               = 5Ω

    Contoh #2
    Empat buah resitor dengan nilai sama R3=R4=R5=R6=1KΩ,maka
    RTotal = 1KΩ/4 (karena ada 4 resitor)
             = 250Ω

    Resistor Paralel
  2. Jika nilai setiap resistor yang dipasang paralel berbeda, maka untuk menghitung RTotal adalah dengan cara sebagai berikut:
    1/RTotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 ... + 1/Rn
    RTotal    = 1/(1/R1 + 1/R2 + 1/R3 ... + 1/Rn)

    Contoh #1
    Tiga buah resitor R1=6Ω, R2=3Ω, dan R3=2Ω dipasang paralel, maka
    RTotal = 1/(1/6 + 1/3 + 1/2)
             = 1/(1/6 + 2/6 + 3/6) <-- disamakan penyebutnya
             = 1/(6/6)
             = 1/1
             = 1 Ω
    Resistor Paralel

    Contoh #2
    Empat buah resistor yang dipasang paralel dengan masing masing nilai R1=12Ω, R2=8Ω, R3=6Ω, dan R4=4Ω, maka
    RTotal = 1/(1/12+1/8 + 1/6 + 1/4)
             = 1/(2/24 + 3/24 + 4/24 +6/24) <-- disamakan penyebutnya
             = 1/(15/24)
             = 24/15
             = 1,6 Ω
Resistor Paralel

Untuk membuktikan perhitungan resistansi total dapat menggunakan program SP-Rescal Ver.1.1 (Gratis).
Cara lain untuk menhitung Resistor paralel adalah dengan membagi KPK dengan jumlah total KPK dibagi setiap nilai resistor yang dipasang paralel.

Contoh
Jika 3 buah resitor R1=3Ω, R2=8Ω, dan R3=12Ω, maka untuk mencari RTotal harus ditentukan KPK dari 3,8,dan 12 yaitu 24. Selanjutnya perhatikan proses perhitungan di bawah:
KPK dari 3, 8 dan 12 = 24
Misal RA = 24/R1 + 24/R2 + 24R3
              = 24/3 + 24/8 + 24/12
              = 8 + 3 + 2
              = 13

RTotal = KPK / RA
         = 24 / 13
         = 1,85 Ω

Sumber : http://www.linksukses.com/2012/03/cara-menghitung-reistor-paralel.html

AC dan DC

Di dalam ilmu elektronika dan listrik dikenal dua jenis arus dan tegangan yaitu DC (Direct Current) dan tegangan AC (Alternate Current). Keduanya mempunyai karakteristik, bentuk gelombang, dan fungsi yang berbeda, namun satuan-satuan dasarnya sama (Volt untuk tegangan, Ampere untuk arus, dan Watt untuk Daya). Untuk mengetahui perbedaan AC dan DC dapat dilihat dari bentuk gelombang listrik yang dihasilkan melalui Oscilloscope.

Oscilloscope adalah alat ukur elektronika yang berfungsi memproyeksikan bentuk sinyal listrik agar dapat dilihat dan dipelajari. Oscilloscope dilengkapi dengan tabung sinar katode dengan piranti pemancar elektron yang memproyeksikan sorotan elektron ke layar tabung sinar katode. Sorotan elektron tersebut akan membekas pada layar. Suatu rangkaian khusus dalam osiloskop menyebabkan sorotan bergerak berulang-ulang dari kiri ke kanan. Pengulangan ini menyebabkan bentuk sinyal kontinyu sehingga dapat dipelajari. Dengan bantuan Oskiloskop ini perbedaan tegangan AC dan DC dapat terlihat dengan jelas, yaitu dari bentuk gelombangnya.
Oscilloscope (Oskiloskop) untuk mengukur beda fase gelombang (Wikipedia)


Oskiloskop
Foto Oscilloscope : Wikipedia
Osiloskop biasanya digunakan untuk mengamati bentuk gelombang yang tepat dari sinyal listrik. Selain amplitudo sinyal, osiloskop dapat menunjukkan distorsi, waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik) dan waktu relatif dari dua sinyal terkait

Arus dan Tegangan DC (Searah)
Arus searah (Direct current/ DC) mempunyai polaritas tetap yaitu positif (+), nol (0), dan negatif (-). Arus DC tidak memiliki phase dan selalu mengalir dari polaritas yang lebih tinggi ke polaritas yang lebih rendah.

Di dalam sistem perkabelan elektronika warna kabel merah biasanya menandai polaritas positif (+) dan warna hitam adalah polaritas negatif (-).

Arus DC

Contoh Sumber Tegangan DC:
  1. ACCU (Accumulator)
  2. Battery
  3. Solar Cell
  4. Output DC Adaptor (Power Supply)
Contoh perangkat yang menggunakan sumber tegangan DC di antaranya:
  1. MP3/ MP4 Player
  2. Handphone (Telpon seluler)
  3. Lampu Senter
  4. Lampu Emergenc
  5. Kalkulator
  6. Remote Control Televisi
  7. Mainan Anak
Arus dan Tegangan AC (Bolak-balik)
Arus bolak-balik (Alternate Cuttent/ AC) mempunyai dua polaritas yang selalu berubah dari negatif ke positif dan sebaliknya diukur dari titik Neutral (N). Berbeda dengan DC, Arus AC memiliki frekuensi misalnya 50 Hz dan 60 Hz (menghasilkan gelombang listrik sinus sebanyak 50-60 per detik).

Arus AC satu phase terdiri dari Phase, Neutral, dan Ground, sedangkan arus AC tiga phase terdiri dari Phase R, Phase S, Phase T, Neutral, dan Ground. Pada perkabelan PLN warna kabel hitam adalah phase, kuning adalah ground, dan biru adalah neutral.

Arus AC

Contoh Sumber Tegangan AC
  1. Tegangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 220V AC – 240 VAC, 60 Hz
  2. Output Transformator
  3. Output motor generator.
Contoh perangkat yang menggunakan sumber tegangan AC di antaranya:
  1. Televisi
  2. Lemari Pendingin
  3. Komputer
  4. UPS
  5. Stabilizer
  6. Lampu perumahan, lampu taman, dan lampu jalan
  7. Traffic Light
  8. Bor listrik
  9. Gergaji Mesin
  10. Mesin Bubut
  11. Mesin fotokopi
  12. Printer
  13. Monitor CRT
  14. Radio
  15. Amplifier
  16. Setrika

    Sumber : http://www.linksukses.com/2011/11/ac-dan-dc.html

Jenis-Jenis Saklar (Switch)

Saklar atau switch adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus listrik. Dalam rangkaian elektronika dan rangkaian listrik saklar berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik yang mengalir dari sumber tegangan menuju beban (output) atau dari sebuah sistem ke sistem lainnya.

Berikut ini adalah bebarapa jenis-jenis saklar berdasarkan konstruksi masing-masing saklar.


Saklar
Photo credit: Wikipedia

Atas, dari kiri ke kanan: Circuit Breaker, Mercury Switch, Wafer Switch, DIP Switch, Surface Mount Switch, Reed Switch. Bawah, dari kiri ke kanan : Wall Switch, Miniature Toggle Switch, In-Line Switch, Push-Button Switch, Rocker Switch, Micro Switch.

Jenis, Simbol, dan Contoh Saklar
JENIS SAKLAR (SWITCH) SIMBOL SAKLAR CONTOH FISIK
SPST
Saklar On-Off sederhana
Simbol Saklar SPST
Saklar SPST
Saklar Push-On
Kedua terminal akan terhubung selama ditekan
Simbol Saklar Push-On

Saklar Push-On
Saklar Push-Off
Kedua terminal akan terputus selama ditekan
Simbol Saklar Push-Off

Saklar Push-Off
Saklar SPDT
Terminal sentral (COM) akan terhubung ke salah satu terminal dan akan terputus ke terminal lainnnya dalam satu kondisi.
Simbol Saklar SPDT

Saklar SPDT
Saklar DPST
Dalam kondisi On ("1") dua terminal sentral akan terhubung ke terminal pasangannya dan akan terputus ketika kondisi Off ("0")
Simbol Saklar DPST

Saklar DPST
Saklar DPDT
Dua terminal sentral akan terhubung ke salah satu terminal pasangannya dan teputus ke terminal pasangannya yang lain dalam satu kondisi.
Simbol Saklar DPDT

Saklar DPDT
Sumber: The Electronics Club

Keterangan:
  1. On : Posisi Terhubung
  2. Off : Posisi Tidak Terhubung
  3. Push : Tekan
  4. Pole : Jumlah kontaktor
  5. Throw : Jumlah Posisi Konduktor (yang terhubung)
  6. Open : Terbuka (Posisi Off)
  7. Close : Tertutup (Posisi On)
  8. Break : Off (Posisi Tidak terhubung)
  9. SPST (Single Pole Single Throw)
  10. SPDT (Single Pole Double Throw)
  11. SPXT (Single Pole X Trow) X=jumlah Throw, misalnya SP6T (Single Pole 16 Throw)
  12. DPST (Double Pole Single Throw)
  13. DPDT (Double Pole Double Throw)
  14. DPXT (Double Pole X Throw) x=jumlah Throw, misalnya DP4T  (Double Pole 4 Throw)
  15. Push Button Switch
  16. Push Break Switch
Simbol Saklar SPDT
Simbol Saklar SPDT, SPST, Push-On, dan Push-Off

Simbol Saklar DIP-Switch
Simbol DIP Switch

Simbol Saklar DPDT

                   Sumber : www.linksukses.com/2011/12/jenis-jenis-saklar-switch.html

Menggambar Hasil Penyederhanaan Fungsi Logika dengan Gerbang Digital

Hasil dari penyederhanaan suatu fungsi logika dapat terlihat jelas melalui simbol gerbang-gerbang logika (gerbang digital). Sebelum proses penyederhanaan yang dilakukan dengan metode Aljabar atau dengan metode Karnaugh Map, gerbang-gerbang digital terlihat lebih banyak dan lebih komplek, setelah disederhanakan akan diperoleh kombinasi gerbang digital baru yang lebih sederhana. Dengan demikian jika hal ini diimplementasikan pada sebuah rangkaian elektronika digital yang dibentuk dari IC logika jenis TTL (Transistor Transistor Logic) atau jenis CMOS (Compelementary Metal Oxide Semiconductor), maka akan menghemat penggunaan komponen IC (Integrated Circuit) tersebut sehingga dapat menekan biaya.

Gerbang-gerbang logika dasar yang sering digunakan sebagai implementasi dari penyederhanaan fungsi logika adalah gerbang AND, NOT, dan OR. Adapun gerbang-gerbang (Gates) logika lain adalah kombinasi dri gerbang-gerbang tersebut, misalnya:

  1. NAND Gate : Kombinasi gerbang AND dan NOT
  2. NOR Gate : Kombinasi gerbang OR dan NOT
  3. X-OR : Kombinasi gerbang AND, OR, dan NOT
  4. X-NOR : Kombinasi gerbang X-OR dan NOT
Setiap gerbang logika mempunyai karakteristik, simbol, dan tabel kebenaran (truth table) masing-masing sesuai dengan logic 0 dan logic 1 yang dijadikan input.
  1. AND Gate : Output akan 0 jika salah satu input ber-logic 0. Output merupakan perkalian dari input, misalnya A AND B maka output akan ditulis A.B atau tanpa titik (AB)
  2. NAND Gate : Output akan 1 jika salah satu input ber-logic 0. Output merupakan kebalikan dari hasil perkalian input, misalnnya A NAND B maka output akan ditulis (A.B)' atau (AB)'
  3. OR Gate : Output akan 1 jika salah satu input ber-logic 1. Output merupakan penjumlahan input, misalnya A OR B maka output akan ditulis A+B
  4. NOR Gate : Output akan 0 jika salah satu input ber-logic 1. Output merupakan kebalikan dari hasil penjumlahan input, misalnya A NOR B maka output akan ditulis (A+B)'
  5. NOT : Output merupakan kebalikan dari input, misalnya NOT A maka output akan ditulis A'
  6. X-OR Gate (Exclusive OR) : Output akan 0 jika kedua input ber-logic sama. Gerbang ini merupakan komparator dan ditulis dengan tanda plus di dalam lingkaran, misalnya A XOR B maka output akan ditulis A⊕B
  7. X-NOR Gate (Exclusive NOR) : Output akan 1 jika kedua input ber-logic sama. Gerbang ini adalah kebalikan dari komparator, misalnya A XNOR B maka output akan ditulis (A⊕B)'
Informasi lebih lengkap mengenai gerbang-gerbang digital dasar dapat dilihat di artikel sebelumnya mengenai Gerbang Digital Dasar dan Elektronika Digital.

CONTOH MASALAH
Sederhanakan fungsi logika berikut, gambarkan rangkaian gerbang logika dasar sebelum dan sesudah penyederhanaan, kemudian buat kesimpulannya!
  1. F = AB' + A'B + AB (dua variabel)
  2. F = ABC + A'BC + AB'C (tiga variabel)
  3. F = A'B'C'D + A'BC'D + A'B'CD  (empat variabel)

PENYELESAIAN
1. F = AB' + A'B + AB (dua variabel)
Gambar rangkaian gerbang logika sebelum disederhanakan
Gerbang Logika Dasar

Tabel kebenaran sebelum disederhanakan
Tabel Kebenaran

Penyederhanaan dengan Aljabar
F = AB' + A'B + AB
   = A (B'+B) + A'B
   = A (1) + AB
   = A + A'B
   = A + B

Penyederhanaan dengan Karnaugh Map
F = AB' + A'B + AB
K-Map 2 Variabel
F = A + B

Gambar rangkaian gerbang logika setelah disederhanakan
Gerbang OR

Tabel Kebenaran setelah disederhanakan
Tabel Kebenaran Gerbang OR


2. F = ABC + A'BC + AB'C (tiga variabel)
Gambar rangkaian gerbang logika sebelum disederhanakan
Rangkaian Digital

Tabel kebenaran sebelum disederhanakan
Tabel Kebenaran 3 Variabel

Penyederhanaan dengan Aljabar
F = ABC + A'BC + AB'C
   = (A+A') BC + AB'C
   = (1) BC + AB'C
   = BC + AB'C
   = (B+AB') C
   = (B+A) C
   = BC + AC

Penyederhanaan dengan Karnaugh Map
K-Map 3 Variabel
F = BC + AC

Gambar rangkaian gerbang logika setelah disederhanakan
Rangkaian Gerbang Logika

Tabel Kebenaran setelah disederhanakan
Tabel Kebenaran 3 Variabel


3. F = AB'CD + ABCD' + ABCD (empat variabel)
Gambar rangkaian gerbang logika sebelum disederhanakan
Rangkaian Digital

Tabel kebenaran sebelum disederhanakan
Tabel Kebenaran 4 Variabel

Penyederhanaan dengan Aljabar
F = AB'CD + ABCD' + ABCD
   = AB'CD + ABC (D'+D)
   = AB'CD + ABC (1)
   = AB'CD + ABC
   = AC (B'D+B)
   = AC (B+D)
   = ABC + ACD

Penyederhanaan dengan Karnaugh Map
K-Map 4 Variabel
F = ABC + ACD

Gambar rangkaian gerbang logika setelah disederhanakan
Rangkaian Gerbang Digital

Tabel Kebenaran setelah disederhanakan
Tabel Kebenaran 4 Variabel

Kesimpulan
Output yang dihasilkan dari setiap hasil penyederhanaan fungsi logika Boolean akan sama dengan output sebelum fungsi tersebut disederhanakan. Hal ini terlihat jelas pada Tabel kebenaran (Truth Table). Namun demikian susunan gerbang logika setelah  proses penyederhaan akan lebih sedikit (lebih sederhana).

Sumber : http://www.linksukses.com/2012/12/gambar-gerbang-logika-dari-penyederhanaan.html

Cara Kerja Relay

Relay adalah suatu piranti yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan sejumlah kontaktor (saklar) yang tersusun. Kontaktor akan tertutup (On) atau terbuka (Off) karena efek induksi magnet yang dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar dimana pergerakan kontaktor (On/Off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.

Sebagai komponen elektronika, relay mempunyai peran penting dalam sebuah sistem rangkaian elektronika dan rangkaian listrik untuk menggerakan sebuah perangkat yang memerlukan arus besar tanpa terhubung langsung dengan perangkat pengendali yang mempunyai arus kecil. Dengan demikian relay dapat berfungsi sebagai pengaman.

Ada beberapa jenis relay berdasarkan cara kerjanya yaitu:

  1. Normaly On : Kondisi awal kontaktor terturup (On) dan akan terbuka (Off) jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan (coil) relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Close (NC).
  2. Normaly Off : Kondisi awal kontaktor terbuka (Off) dan akan tertutup jika relay diaktifkan dengan cara memberi arus yang sesuai pada kumparan (coil) relay. Istilah lain kondisi ini adalah Normaly Open (NO).
  3. Change-Over (CO) atau Double-Throw (DT) : Relay jenis ini memiliki dua pasang terminal dengan dua kondisi yaitu Normaly Open (NO) dan Normaly Close (NC).
Simbol Relay:
Simbol Relay
  1. SPST (Single Pole Single Throw) : Relay ini memiliki empat terminal. Dua terminal kumparan (coil) dan dua terminal saklar (A dan B) yang dapat terhubung dan terputus.
  2. SPDT (Single Pole Double Pole) : Relay ini memiliki lima terminal. Dua terminal kumparan (coil) dan tiga terminal saklar (A,B, dan C) yang dapat terhubung dan terputus dengan satu terminal pusat. Jika suatu saat terminal A terputus dengan terminal pusat (C) maka terminal lain (B) terhubung dengan terminal C, demikian juga sebaliknya.
  3. DPST (Double Pole Single Throw) : Relay ini mempunyai enam terminal. Dua terminal kumparan (coil), dan empat terminal merupakan dua pasang saklar yang dapat terhubung dan terputus (A1 dan B1 - A2 dan B2).
  4. DPDT (Double pole Double Throw) : Relay ini mempunyai delapan terminal. Dua terminal kumparan (coil), enam terminal merupakan dua set saklar yang dapat terputus dan terhubung (A1,B1,C1 dan A2, B2, C2)
Contoh Bentuk Fisik Relay
Relay
Foto Relay -1
Relay
Foto Relay -2
Relay
Foto Relay -3